Terapi Autis Dengan Herbal Laminine

Terapi Autis Dengan Herbal Laminine

Terapi Autis Dengan Herbal Laminine

Terapi Autis Dengan Herbal Laminine – Terapi Autis Dengan Herbal Laminine Bagi sebagian orang, mungkin akan bertanya apa itu autis? Apakah penyakit autis ini berkaitan dengan genetik? Karena gangguan yang berbeda dapat mengakibatkan autisme, pertanyaan tersebut cukup rumit untuk dijelaskan.

Beberapa gangguan seperti sindrom X dan tuberous sclerosis, yang keduanya berhubungan dengan autisme, merupakan penyakit genetik (warisan). Studi terbaru menemukan bahwa gen untuk setidaknya satu jenis autisme keluarga mungkin terdapat pada kromosom 13. Namun, mayoritas penderita autisme tidak memiliki sejarah keluarga yang kuat adanya , yang mendukung premis bahwa lingkungan atau kombinasi dari faktor lingkungan dan genetik berkontribusi pada pengembangan autisme.

Dalam konteks ini, lingkungan dimaksudkan untuk menunjukkan adanya faktor non-genetik, termasuk infeksi, racun, nutrisi, dan lain sebagainya.

Bagaimana Autisme Di Diagnosis Pada Anak-Anak dan Orang Dewasa?

Fitur penting dari ciri-ciri autisme adalah gangguan perkembangan signifikan atau abnormal dari komunikasi dan interaksi sosial. Sebelum melakukan terapi autis pada penderita, penting untuk evaluasi medis dimulai dengan riwayat kesehatan menyeluruh dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini harus dilakukan oleh seorang praktisi tidak hanya akrab dengan autisme, tetapi dengan gangguan lain yang mungkin tampak mirip atau meniru gejala autisme.

Praktisi harus memiliki keahlian khusus dalam pemeriksaan gangguan neurologis. Sebagai contoh, adanya kelemahan ringan atau refleks meningkat pada satu sisi tubuh akan menyebabkan pemeriksa untuk menyimpulkan bahwa terdapat kelainan struktural dalam otak sehingga perlu pemeriksaan MRI otak. Sejarah dan pemeriksaan fisik akan menunjuk pemeriksa untuk tes diagnostik khusus dalam rangka mengevaluasi kondisi lain yang berhubungan dengan autisme atau keterlambatan perkembangan.

Setiap anak yang memiliki keterlambatan bahasa harus memiliki pendengaran yang dievaluasi secara bertahap. Agar perkembangan bahasa dapat kembali normal, penderita autisme harus memiliki kemampuan mendengar yang cukup pada volume rendah dalam rentang frekuensi tinggi.

Baik pada anak-anak maupun dewasa, pemeriksaan neurologis normal tidak perlu dilakukan seperti otak CT scan atau MRI scan. Namun, jika pemeriksaan neurologis pada penderita autis adalah sugestif dari lesi otak struktural, maka studi neuroimaging sebaiknya CT Scan MRI harus dilakukan.

Terapi yang aman dan alami untuk terapi Autisme Pada Anak. Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks, yang biasanya muncul pada usia 1-3 tahun.

Tanda-tanda autisme biasanya muncul pada tahun pertama dan selalu sebelum anak berusia 3 tahun. Autisme 2-4 kali lebih sering ditemukan pada anak laki-laki.

PENYEBAB

Penyebab yang pasti dari autisme tidak diketahui, yang pasti hal ini bukan disebabkan oleh pola asuh yang salah.

Penelitian terbaru menitikberatkan pada kelainan biologis dan neurologis di otak, termasuk ketidakseimbangan biokimia, faktor genetik dan gangguan kekebalan.
Beberapa kasus mungkin berhubungan dengan:

  • Infeksi virus (rubella kongenital atau cytomegalic inclusion disease)
  •  Fenilketonuria (suatu kekurangan enzim yang sifatnya diturunkan)
  • Sindroma X yang rapuh (kelainan kromosom).

GEJALA

Penderita autisme klasik memiliki 3 gejala:

  1. gangguan interaksi sosial
  2. hambatan dalam komunikasi verbal dan non-verbal
  3. kegiatan dan minat yang aneh atau sangat terbatas.

Sifat-sifat lainnya yang biasa ditemukan pada anak autis:

  • Sulit bergabung dengan anak-anak yang lain
  • Tertawa atau cekikikan tidak pada tempatnya
  • Menghindari kontak mata atau hanya sedikit melakukan kontak mata
  • Menunjukkan ketidakpekaan terhadap nyeri
  • Lebih senang menyendiri, menarik diri dari pergaulan, tidak membentuk hubungan pribadi yang terbuka
  • Jarang memainkan permainan khayalan
  • Memutar benda
  • Terpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik
  • Secara fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif
  • Tidak memberikan respon terhadap cara pengajaran yang normal
  • Tertarik pada hal-hal yang serupa, tidak mau menerima/mengalami perubahan
  • Tidak takut akan bahaya
  • Terpaku pada permainan yang ganjil
  • Ekolalia (mengulang kata-kata atau suku kata)
  • Tidak mau dipeluk
  • Tidak memberikan respon terhadap kata-kata, bersikap seolah-olah tuli
  • Mengalami kesulitan dalam mengungkapkan kebutuhannya melalui kata-kata, lebih senang meminta melalui isyarat tangan atau menunjuk
  • Jengkel/kesal membabi buta, tampak sangat rusuh untuk alasan yang tidak jelas
  • Melakukan gerakan dan ritual tertentu secara berulang (misalnya bergoyang-goyang atau mengepak-ngepakkan lengannya)

Anak autis mengalami keterlambatan berbicara, mungkin menggunakan bahasa dengan cara yang aneh atau tidak mampu bahkan tidak mau berbicara sama sekali. Jika seseorang berbicara dengannya, dia akan sulit memahami apa yang dikatakan kepadanya. Anak autis tidak mau menggunakan kata ganti yang normal (terutama menyebut dirinya sebagai kamu, bukan sebagai saya).
Pada beberapa kasus mungkin ditemukan perilaku agresif atau melukai diri sendiri.
Kemampuan motorik kasar/halusnya ganjil (tidak ingin menendang bola tetapi dapat menyusun balok).

Selengkapnya mengenai suplemen herbal laminine silahkan hubungi cs kami, untuk pemesanan silahkan hubungi contact yang tertera di website berikut ini :

Baca juga !!!

 

Terapi Autis Dengan Herbal Laminine

Mungkin Anda juga menyukai

vel, consequat. Donec id mi, luctus Phasellus eget elit. ut at
%d blogger menyukai ini: